[Vacuum chamber, plasma gun]
selamat malam tuan…
tujuh purnama telah terlewati… berputar mengelilingi bumi. bertanda sesuatu pada bumi…. tempat ini sudah tidak sama lagi…
begitu juga kau, aku, kalian, dan mereka..
langit tampaknya masih berteman dengan keheningan doa, yang selalu mengobati luka dan kecewa. sedangkan matahari selalu pada posisinya… dan langit selalu tampak cantik untuk penghuni bumi. untuk bumi langit tampak cantik, selalu cantik, walau selalu menghujani bumi dengan hujan yang deras, petir yang menggelegar merobek cakrawala, atau hujan yang rintik-rintik
sederhana, dengan perlahan namun membanjiri bumi dengan air hujannya yang kemilau.
bumi selalu tidak ingin langit bersedih dan menangis, dan langit tampak selalu cantik apapun yang terjadi ternyata. namun, bumi
dan langit adalah abadi… bumi menikmati langitnya dengan sederhana padahal… bumi mengorbankan penguni bumi menderita
dengan membiarkan hujan jatuh tak tertahankan hingga membuat banyak jiwa menjadi tak berdaya. namun di sisi lain, isak
tangis langit selalu memberikan bumi pun kehidupan… apapun itu, karena selalu ada manfaat yang terjadi setelah segala
sesuatu terjadi dengan sesaat… Tuan Yang Maha Pemberi itu, Maha Membolakbalikan Hati…
bumi tak menyesal, selalu… karena langit selalu tampak cantik. walau tak tersenyum. walau memberikan hujan yang terus
menerus… ia cantik. bumi bersyukur mengenalnya, dengan dekat, dengan dekat sekali… tapi yang nyata itu adalah kehidupan
diantaranya… diantara bumi dan langit. ada yang tidak sreg dengannya… dan itu adalah mutlak.
bhumi sadar keadaannya, ia mengerti apa itu kenyataan diantara bumi dan langit, ia merusaha melawan dunia… namun, bulan
penuh ke dua memberikan dia sebuah kenyataan yang sulit untuk diterima, namun ia benar, kenyataan itu benar, realitas itu
benar… dan bumi tidak memiliki apa-apa,… hanya sepah dan gulungan tanah. walau banyak kehidupan diatasnya…
jika saja, bukan karena pekerjaannya, apakah bumi akan lebih mengasihi langit? dan langit menghiasi bumiii?
hanya tuan yang tahu… tuan bumi,….
“hey kau yang terluka, karena engkkau berbeda, jangan pernah menyerah hancurkan kesedihan, aku kan lawan duniaaa… injak
kesombongan dan keangkuhannya”
bumi, bergumam, “ingin hilang ingatan…”, seperti lagu rocket rocker…
terimakasih semua, terimakasih langit…
terimakasih kenyataan…
terimaksih
akar hanya tumbuh kedalam tanah….
kau sembuh langit…
langit sudah cerah sekarang…
ku doakan untuk kebaikannya…
m.akar