Feeds:
Posts
Comments

You look nervous…

Is it the scars?

You wanna know how I got ‘em?

Come here…hey…

look at me.

So I had a sad moment, its so  beautiful… like you… who tells me, I worry too much, who tells me I oughta smile more…

hmm. I just want me to know that I don’t care about the scars, about the pain…

So…I stick a razor in my mouth and do this… to myself.  And you know what?… Now I see the funny side…

Now i’m always smiling…

regards…

What do you feel when you let go of the wheel
Can you take a leap of faith will you face the change of pace
There are worlds out there beyond compare

Going on a journey
Somewhere far out east
We’ll find the time to show you
Wonders never cease

All that we’ve been through brings my soul so close to you
why not cast your fears aside we can laugh until we cry
There are worlds out there beyond compare

Going on a journey
Somewhere far out east
We’ll find the time to show you
Wonders never cease

there is a nameless monster.. with a painess monster follow..

lonely in dark night sky..

then…

u and i are no different.
we’re both working for our own justice.
the justice i have meted out against u

is exactly the same as u are trying to mete out against me.
everyone feels the pain of loss the same.
we both know that pain.
u are working for your justice… and i for mine.

do u understand pain a little now?
if u dont share someone’s pain, u can never understand them..
but just because u understand them doesn’t mean u can come to an agreement.

that’s the truth.

it becomes a chain of hatred.
that is what it means to know history.
we cannot help but know that people can never understand each other.

the world is ruled by hatred.

winning, losing…
none of that matters…

so?
peace has arrived, hah??

*you are what you are….

mungkin,
seharusnya aku..
merasa kehilangan…

hanya bongkah bernyawa,
dengan penuh sesak dan jantung berdebar,
serta kepulan selubung gelap di ujung pandangan mata,

hanya duli bijak,
yang kehilangan tahtanya…
serta tercabik2 kesempurnaan..

hanya tameng sederhana yang tersisa…
imanku..

walau retak, yakiniku…
sang maha membolak-balik mengujiku,

dalam fajar, menjelang kematian malam…
diam dan bersimpuh, aku…
“tenangkan aku tuanku…
ijinkan aku belajar ikhlas yang sederhana…”

hanya tenang yang menjawab…

kau lihat…
aku memiliki mimpi buruk…

kau lihat.
mimpi buruk…
itu,
bukan hanya tahu yang nyata..

namun…
bayangkan… namun bukan bayang-bayang..

jika,
tiba-tiba sesaat terbelalak, tersadar dan tertegun..
seseorang-seseorang dan tempat-tempat itu…
dan semua kenangan yang paling penting… paling berharga…

tidak pergi…
tidak mati..
tidak lenyap.. tidak hilang…

namun,
lebih buruk dari itu…

“tidak pernah terjadi… tak pernah terjadi sesaat sekali pun…”

what kind of nightmare it could be?

dan…
mungkin seharusnya aku merasa kehilangan?

menangkap bintang jatuh…

diam sendiri di ruang kosong ini…

mendengar lagu Hari Untukmunya Rocket Rocker make iTunes…

enggan bergerak, karena masih ada memar dan beberapa luka yang belum kering oleh waktu..

masih sakit, memar, serta bahu yang (semoga saja) tidak apa-apa…

sudah 2 hari lengan ini tidak bertenaga…

karena terbentur kemarin dengan aspal…

sendi2 sepanjang badan kanan

pergelangan kaki-lutut-lengan kanan, semua mememar dan lukanya belum terkering.

masih enggan bergerak, padahal masih banyak yang mesti di kerjakan… rasanya masih linu, tak berdaya dan lemas di tempat ini.

note sederhana waktu jatuh dari blackpearl di Soekarno-Hatta…

suatu saat dimasa itu yang sudah berlalu…

terimakasih bintang jatuh

mungkin,
seharusnya aku..
merasa kehilangan…

hanya bongkah bernyawa,
dengan penuh sesak dan jantung berdebar,
serta kepulan selubung gelap di ujung pandangan mata,

hanya duli bijak,
yang kehilangan tahtanya…
serta tercabik2 kesempurnaan..

hanya tameng sederhana yang tersisa…
imanku..

walau retak, yakiniku…
sang maha membolak-balik mengujiku,

dalam fajar, menjelang kematian malam…
diam dan bersimpuh, aku…
“tenangkan aku tuanku…
ijinkan aku belajar ikhlas yang sederhana…”

hanya tenang yang menjawab…
hanya sepi yang bergumam…

baiklah…
semoga yang telah tiada…
menghasilkan kebaikan yang tak pernah terputus…
berlalu bukan berarti pergi…
ia mengikuti…
perlahan namun pasti, itu akan dimintai…
timbangan yang telah terjadi..
dan, ia akan kembali…

hari ini,
pesona memiliki itu datang lagi…
ingin kembali…
dan,
disaat yang sama, itulah kehilangan yang terdalam…
semakin ingin memiliki…
semakin sulit melepaskan…

puyuh ini bukan telur…
tapi angin…
ingin tergenggam, namun….
ia hanya mengalir dan kadang menghanyutkan, menghancurkan…

aku suka sunyi…
karena itu aku ramai..

seperti kata2nya : “mungkin seharusnya aku merasa kehilangan..”

dan,
surya fajar membunuh kelam malam lagi…

menunggu lama hingga hujan reda…

dan langit pun terbuka…

biNtang terlihat walau patah-patah..

 

ini adalah saat yang paling memuakkan… 5 bulan purnama terakhir ku lihat langit…

[Vacuum chamber, plasma gun]
selamat malam tuan…

tujuh purnama telah terlewati… berputar mengelilingi bumi. bertanda sesuatu pada bumi…. tempat ini sudah tidak sama lagi…

begitu juga kau, aku, kalian, dan mereka..

langit tampaknya masih berteman dengan keheningan doa, yang selalu mengobati luka dan kecewa. sedangkan matahari selalu pada posisinya… dan langit selalu tampak cantik untuk penghuni bumi. untuk bumi langit tampak cantik, selalu cantik, walau selalu menghujani bumi dengan hujan yang deras, petir yang menggelegar merobek cakrawala, atau hujan yang rintik-rintik

sederhana, dengan perlahan namun membanjiri bumi dengan air hujannya yang kemilau.

bumi selalu tidak ingin langit bersedih dan menangis, dan langit tampak selalu cantik apapun yang terjadi ternyata. namun, bumi

dan langit adalah abadi… bumi menikmati langitnya dengan sederhana padahal… bumi mengorbankan penguni bumi menderita

dengan membiarkan hujan jatuh tak tertahankan hingga membuat banyak jiwa menjadi tak berdaya. namun di sisi lain, isak

tangis langit selalu memberikan bumi pun kehidupan… apapun itu, karena selalu ada manfaat yang terjadi setelah segala

sesuatu terjadi dengan sesaat… Tuan Yang Maha Pemberi itu, Maha Membolakbalikan Hati…

bumi tak menyesal, selalu… karena langit selalu tampak cantik. walau tak tersenyum. walau memberikan hujan yang terus

menerus… ia cantik. bumi bersyukur mengenalnya, dengan dekat, dengan dekat sekali… tapi yang nyata itu adalah kehidupan

diantaranya… diantara bumi dan langit. ada yang tidak sreg dengannya… dan itu adalah mutlak.

bhumi sadar keadaannya, ia mengerti apa itu kenyataan diantara bumi dan langit, ia merusaha melawan dunia… namun, bulan

penuh ke dua memberikan dia sebuah kenyataan yang sulit untuk diterima, namun ia benar, kenyataan itu benar, realitas itu

benar… dan bumi tidak memiliki apa-apa,… hanya sepah dan gulungan tanah. walau banyak kehidupan diatasnya…

jika saja, bukan karena pekerjaannya, apakah bumi akan lebih mengasihi langit? dan langit menghiasi bumiii?

hanya tuan yang tahu… tuan bumi,….

“hey kau yang terluka, karena engkkau berbeda, jangan pernah menyerah hancurkan kesedihan, aku kan lawan duniaaa… injak

kesombongan dan keangkuhannya”

bumi, bergumam, “ingin hilang ingatan…”, seperti lagu rocket rocker…

terimakasih semua, terimakasih langit…
terimakasih kenyataan…
terimaksih

akar hanya tumbuh kedalam tanah….

kau sembuh langit…

langit sudah cerah sekarang…

ku doakan untuk kebaikannya…

m.akar

Older Posts »